Kamis, 07 Januari 2016

EMPING MELINJO



A.    PENGERTIAN EMPING MELINJO
Emping melinjo adalah sejenis keripik yang dibuat dari buah melinjo yang telah tua. Pembuatan emping tidak sulit dan dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat sederhana. Emping melinjo merupakan salah satu komoditi pengolahan hasil pertanian yang memiliki nilai tinggi, baik karena harga jual yang relatif tinggi maupun sebagai komoditi ekspor yang dapat mendatangkan devisa. Sejauh ini, emping  diekspor ke negara-negara tetangga di antaranya ke Singapura, Malaysia dan Brunei. Bahkan, pasar ekspor yang potensial menjangkau Jepang, Eropa dan Amerika.
Emping adalah sejenis makanan ringan yang dibuat dengan menghancurkan bahan baku (biasanya biji melinjo) hingga halus kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari.
Emping melinjo adalah jenis makanan ringan yang bentuknya bulat  pipih dibuat dari biji melinjo yang sudah tua. Rasa gurih emping melinjo dihasilkan dari biji melinjo yang telah tua, akan tetapi karena kandungan lemak yang tinggi menyebabkan resiko yang besar terhadap orang yang menderita darah tinggi.
Bahan baku yang digunakan untuk membuat Emping Mlinjo adalah buah Mlinjo yang sudah dikupas atau biji Mlinjo. Sebenarnya ketika buah Mlinjo baru dipetik masih ada kulitnya. Kulit buah Mlinjo yang masih muda berwarna hijau, sedangkan buah Mlinjo yang sudah tua kulitnya berwarna merah tua. Biji Mlinjo berwarna hitam belang-belang.

B. PROSES PEMBUATAN EMPING MELINJO
1. Bahan :
· Biji melinjo yang telah tua.
2. Peralatan yang digunakan :
Dalam pembuatan Emping Melinjo peralatan yang diperlukan, yaitu :
a. Kompor :
Kompor dipergunakan untuk proses memasak atau menggoreng Mlinjo yang masih mentah. Sebelum ada kompor para pengrajin emping Mlinjo memasak menggunakan pawon atau tungku.

b. Wajan :
Wajan dipakai untuk menggoreng Mlinjo tanpa menggunakan minyak ( disangrai )
c. Talenan :
Talenan adalah balok kayu kira-kira sepanjang satu meter sampai satu setengah meter untuk landasan tempat biji Mlinjo di tumbuk atau digeprek. Sekarang ada juga yang dibuat dari Batu atau semen, yang ukurannya tentu saja lebih pendek.
d. Gandik :
Gandik adalah batu berbentuk bulat lonjong, untuk menumbuk atau menggeprek biji Mlinjo
e. Layah :
Layah adalah peralatan terbuat dari batu yang biasa dipakai sebagai tempat untuk menumbuk bumbu-bumbu dapur. Layah dipakai untuk tempat menggerus Mlinjo atau mengupas kulit Mlinjo.
f. Lading :
Lading adalah pisau kecil tipis diperlukan untuk mengangkat Emping yang menempel pada Talenan. Sekarang banyak dipakai alat baru yaitu Skrap.
g. Widig :
Widig adalah anyaman bambu untuk menata dan menjemur Emping Mlinjo yang sudah ditumbuk/ digeprek.
h. Keranjang :
Dipakai untuk menyimpan emping yang sudah kering.
i. Seng atau lembar alumunium. Alat ini digunakan untuk mengambil lapisan tipis emping melinjo yang masih basah yang menempel pada landasan pemipih.
j. Tempat penjemur. Alat ini digunakan untuk menjemur emping basah sampai kering. Alat terdiri dari balai-balai dan tampah dari anyaman bambu.

3. Cara Pembuatan :
Untuk menghasilkan Emping Mlinjo yang berkwalitas harus diperhatikan cara yang benar dalam membuat Emping Mlinjo. Proses pembuatan Emping Mlinjo adalah sebagai berikut :
a. Pengupasan kulit buah. Kulit buahdisayat dengan pisau, atau dikelupaskan dengan tangan, kemudian dilepaskan sehingga diperoleh binji melinjo tanpa kulit. Pengupasan juga dapat dilakukan dengan alat pengupas. Biji yang telah dikupas dapat dikeringkan, kemudian disimpan beberapa hari sebelum diolah lebih lanjut.
b. Penyangraian. Biji disangrai di dalam wajan bersama pasir sambil diadukaduk sampai matang (selama 10~15 menit). Penyaringan dapat dilakukan di dalam wajan. Alat mekanis untuk menyangrai kacang tanah dapat juga untuk menyangrai biji melinjo. Biji melinjo yang telah matang tetap dipertahankan dalam keadaan panas sampai saat akan dipipihkan.
c. Pemisahan kulit keras biji. Ketika masih sangat panas, biji dikeluarkan dari wajan, kemudian dipukul untuk memecahkan kulit keras dri biji. Pemukulan harus hati-hati agar isi biji tidak rusak.
d. Biji Mlinjo ( buah Mlinjo yang telah dikuliti ) disangrai ( digoreng tanpa menggunakan minyak goreng ) sedikit demi sedikit di atas penggorengan.
e. Jika sudah matang, Mlinjo yang sudah disangrai lalu diangkat lalu dikupas kulitnya dengan cara digerus di atas Layah / penggerusan yang lebar. Kira-kira segenggam antara sepuluh biji digerus secara perlahan, agar remuk cangkang atau kulit kerasnya.
f. Satu-persatu Mlinjo ditaruh di landasan/talenan lalu digeprek (dipipihkan) dengan batu sampai Mlinjo menjadi pipih dan bundar tipis.( untuk ukuran standar: Satu keping Emping diperlukan tiga sampai empat butir Mlinjo.Jika biji Mlinjonya kecil-kecil bisa mencapai 5 biji per keping emping. Untuk ukuran besar kira-kira diameter 15 cm diperlukan 10 sampai 13 biji Mlinjo).
g. Emping yang menempel di Talenan/landasan sesudah digeprek/ditumbuk menjadi pipih, diangkat dari Talenan dengan menggunakan Lading atau Skrap.
h. Setelah terbentuk emping, dalam kondisi basah, Emping ditata di atas Widik (wadah serupa geribik) untuk dijemur hingga kering. Proses pengeringan dibutuhkan waktu kira-kira dua sampai tiga jam. Akan lebih cepat kering jika matahari bersinar terik.
i. Apabila telah kering benar, Emping diangkat di masukan kranjang dan siap untuk dipasarkan.
j. Emping Mlinjo dipasarkan, dapat juga dalam bentuk matang, Emping Mlinjo digoreng dulu sampai benar–benar mengembang lalu baru dikemas dan kemudian dipasarkan

Dalam proses pembuatannnya emping melinjo juga dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Emping tipis
1.      Pemipihan.
Biji yang telah dilepaskan kulit kerasnya dan masih panas secepat mungkin dipipihkan menjadi emping melinjo. Pemipihan dapat dilakukan secara manual tanpa bantuan alat mekanis memerlukan keteampilan yang khusus yang hanya diperoleh melalai latihan dan pengalaman yang cukup lama. Pemipihan dengan menggunakan alat mekanis, meskipun lebih cepat, mutu emping yang dihasilakan tidak sebaik yang emping yang dipipihkan tanpa bantuan. Kadang-kadang, lapisan emping juga menempel pada ujung pemukul. Untuk menghindarinya, ujung pemukul dapat dibungkus dengan kantong plastik.
2.      Penjemuran.
Lapisan tipis emping melinjo dilepaskan dari landasan pemipih dengan menggunakan serokan seng atau alumunium. Setelah itu, emping basah ini dijemur sampai kering (kadar air kurang dari 90%) sehingga diperioleh emping melinjo kering.
3.      Penggorengan.
Emping melinjo tipis yang telah kering digoreng terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Penggorengan dilakukan didalam minyak goreng panas (170oC)
4.      Pengemasan.
Emping tipis yang belum atau telah digoreng dikemas di dalam wadah yang tertutup rapat. Agar produk juga terhindar dari kerusakan mekanis, pecah, retak, atau hancur, dianjurkan menggunakan wadah dari kotak kaleng atau karton.
b. Emping Tebal
1. Pemipihan.
Biji yang telah dilepaskan kulit kerasnya dan masih panas, secepat mungkin dipipihkan menjadi emping melinjo. Pemipihan dilakukan seara manual tanpa bantuan alat mekanis. Biji dipipihkan dengan memukul biji di atas landasan pemipih 1~2 kali sehingga ketebalannya menjadi setengah dari semula.
2. Penggorengan.
Emping tebal yang baru selesai dipipihkan segera digoreng di dalam minyak panas (suhu 1700C) sampai matang dan garing (5~10 menit).
3.  Pengemasan.
Emping tebal yan telah digoreng ini dikemas di dalam wadah tertutup rapat. Untuk itu dapat digunakan kantong plastik polietilen.

C.      KUALITAS EMPING MELINJO DAN PEMASARANNYA.
Kebanyakan bahan untuk membuat Emping Mlinjo yaitu biji Mlinjo yang berasal dari desa Talok cukup bagus untuk dibuat emping. Buah melinjo yang dihasilkan petani tidak semuanya berkualitas bagus. Untuk mendapatkan Mlinjo berkualitas cukup sulit. Daerah penghasil Mlinjo berkualitas bagus, antara lain Desa Talok, Kalijurang dan desa Langkap Kecamatan Bumiayu. Mlinjo dari desa Talok bagus untuk dibuat Emping. Setiap dua kilo Mlinjo bisa menjadi sekilo Emping. Kwalitas Empingnya pun bagus. Warnanya kuning, renyah dan tidak berasa aor (getir), lain lagi Mlinjo dari daerah Selatan Bumiayu, seperti Winduaji dan sekitarnya, itu kurang bagus dibuat Emping. Biasanya bagus tidaknya Mlinjo dapat diketahui setelah disangrai, ketika digeprek tidak kalis dan kenyal melainkan lengket di Gandik bahkan hancur. Mlinjo dari daerah selatan Bumiayu kadar airnya terlalu tinggi. Akibatnya ketika Mlinjo ditumbuk terlalu renyah, mudah hancur dan susah dibentuk menjadi bulatan serupa mata uang logam.

Harga Mlinjo sosoh atau yang sudah dikuliti perkilo Rp 5000. Setiap dua kilo Mlinjo dengan kualitas bagus dapat menghasilkan sekilo Emping Mlinjo. Ciri-ciri melinjo bagus, mata bijihnya besar-besar dan warnanya hitam belang. Sebaliknya, jika biji Mlinjonya kecil-kecil setiap 2 kg hanya menghasilkan Emping kurang dari sekilo.