A.
PENGERTIAN EMPING MELINJO
Emping
melinjo adalah sejenis keripik yang dibuat dari buah melinjo yang telah tua.
Pembuatan emping tidak sulit dan dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat
sederhana. Emping melinjo merupakan salah satu komoditi pengolahan hasil
pertanian yang memiliki nilai tinggi, baik karena harga jual yang relatif
tinggi maupun sebagai komoditi ekspor yang dapat mendatangkan devisa. Sejauh
ini, emping diekspor ke negara-negara
tetangga di antaranya ke Singapura, Malaysia dan Brunei. Bahkan, pasar ekspor
yang potensial menjangkau Jepang, Eropa dan Amerika.
Emping
adalah sejenis makanan ringan yang dibuat dengan menghancurkan bahan baku
(biasanya biji melinjo) hingga halus kemudian dikeringkan di bawah sinar
matahari.
Emping
melinjo adalah jenis makanan ringan yang bentuknya bulat pipih dibuat dari biji melinjo yang sudah tua.
Rasa gurih emping melinjo dihasilkan dari biji melinjo yang telah tua, akan
tetapi karena kandungan lemak yang tinggi menyebabkan resiko yang besar
terhadap orang yang menderita darah tinggi.
Bahan
baku yang digunakan untuk membuat Emping Mlinjo adalah buah Mlinjo yang sudah
dikupas atau biji Mlinjo. Sebenarnya ketika buah Mlinjo baru dipetik masih ada
kulitnya. Kulit buah Mlinjo yang masih muda berwarna hijau, sedangkan buah
Mlinjo yang sudah tua kulitnya berwarna merah tua. Biji Mlinjo berwarna hitam
belang-belang.
B.
PROSES PEMBUATAN EMPING MELINJO
1. Bahan :
· Biji melinjo yang
telah tua.
2. Peralatan yang
digunakan :
Dalam pembuatan Emping
Melinjo peralatan yang diperlukan, yaitu :
a. Kompor :
Kompor dipergunakan
untuk proses memasak atau menggoreng Mlinjo yang masih mentah. Sebelum ada
kompor para pengrajin emping Mlinjo memasak menggunakan pawon atau tungku.
b. Wajan :
Wajan dipakai untuk
menggoreng Mlinjo tanpa menggunakan minyak ( disangrai )
c. Talenan :
Talenan adalah balok
kayu kira-kira sepanjang satu meter sampai satu setengah meter untuk landasan
tempat biji Mlinjo di tumbuk atau digeprek. Sekarang ada juga yang dibuat dari
Batu atau semen, yang ukurannya tentu saja lebih pendek.
d. Gandik :
Gandik adalah batu
berbentuk bulat lonjong, untuk menumbuk atau menggeprek biji Mlinjo
e. Layah :
Layah adalah peralatan
terbuat dari batu yang biasa dipakai sebagai tempat untuk menumbuk bumbu-bumbu
dapur. Layah dipakai untuk tempat menggerus Mlinjo atau mengupas kulit Mlinjo.
f. Lading :
Lading adalah pisau
kecil tipis diperlukan untuk mengangkat Emping yang menempel pada Talenan.
Sekarang banyak dipakai alat baru yaitu Skrap.
g. Widig :
Widig adalah anyaman
bambu untuk menata dan menjemur Emping Mlinjo yang sudah ditumbuk/ digeprek.
h. Keranjang :
Dipakai untuk menyimpan
emping yang sudah kering.
i. Seng atau lembar
alumunium. Alat ini digunakan untuk mengambil lapisan tipis emping melinjo yang
masih basah yang menempel pada landasan pemipih.
j. Tempat penjemur.
Alat ini digunakan untuk menjemur emping basah sampai kering. Alat terdiri dari
balai-balai dan tampah dari anyaman bambu.
3. Cara Pembuatan :
Untuk menghasilkan
Emping Mlinjo yang berkwalitas harus diperhatikan cara yang benar dalam membuat
Emping Mlinjo. Proses pembuatan Emping Mlinjo adalah sebagai berikut :
a. Pengupasan kulit
buah. Kulit buahdisayat dengan pisau, atau dikelupaskan dengan tangan, kemudian
dilepaskan sehingga diperoleh binji melinjo tanpa kulit. Pengupasan juga dapat
dilakukan dengan alat pengupas. Biji yang telah dikupas dapat dikeringkan,
kemudian disimpan beberapa hari sebelum diolah lebih lanjut.
b. Penyangraian. Biji
disangrai di dalam wajan bersama pasir sambil diadukaduk sampai matang (selama
10~15 menit). Penyaringan dapat dilakukan di dalam wajan. Alat mekanis untuk
menyangrai kacang tanah dapat juga untuk menyangrai biji melinjo. Biji melinjo
yang telah matang tetap dipertahankan dalam keadaan panas sampai saat akan
dipipihkan.
c. Pemisahan kulit
keras biji. Ketika masih sangat panas, biji dikeluarkan dari wajan, kemudian
dipukul untuk memecahkan kulit keras dri biji. Pemukulan harus hati-hati agar
isi biji tidak rusak.
d. Biji Mlinjo ( buah
Mlinjo yang telah dikuliti ) disangrai ( digoreng tanpa menggunakan minyak
goreng ) sedikit demi sedikit di atas penggorengan.
e. Jika sudah matang,
Mlinjo yang sudah disangrai lalu diangkat lalu dikupas kulitnya dengan cara
digerus di atas Layah / penggerusan yang lebar. Kira-kira segenggam antara
sepuluh biji digerus secara perlahan, agar remuk cangkang atau kulit kerasnya.
f. Satu-persatu Mlinjo
ditaruh di landasan/talenan lalu digeprek (dipipihkan) dengan batu sampai
Mlinjo menjadi pipih dan bundar tipis.( untuk ukuran standar: Satu keping
Emping diperlukan tiga sampai empat butir Mlinjo.Jika biji Mlinjonya
kecil-kecil bisa mencapai 5 biji per keping emping. Untuk ukuran besar
kira-kira diameter 15 cm diperlukan 10 sampai 13 biji Mlinjo).
g. Emping yang menempel
di Talenan/landasan sesudah digeprek/ditumbuk menjadi pipih, diangkat dari
Talenan dengan menggunakan Lading atau Skrap.
h. Setelah terbentuk
emping, dalam kondisi basah, Emping ditata di atas Widik (wadah serupa geribik)
untuk dijemur hingga kering. Proses pengeringan dibutuhkan waktu kira-kira dua
sampai tiga jam. Akan lebih cepat kering jika matahari bersinar terik.
i. Apabila telah kering
benar, Emping diangkat di masukan kranjang dan siap untuk dipasarkan.
j. Emping Mlinjo
dipasarkan, dapat juga dalam bentuk matang, Emping Mlinjo digoreng dulu sampai
benar–benar mengembang lalu baru dikemas dan kemudian dipasarkan
Dalam proses
pembuatannnya emping melinjo juga dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Emping tipis
1.
Pemipihan.
Biji
yang telah dilepaskan kulit kerasnya dan masih panas secepat mungkin dipipihkan
menjadi emping melinjo. Pemipihan dapat dilakukan secara manual tanpa bantuan
alat mekanis memerlukan keteampilan yang khusus yang hanya diperoleh melalai
latihan dan pengalaman yang cukup lama. Pemipihan dengan menggunakan alat
mekanis, meskipun lebih cepat, mutu emping yang dihasilakan tidak sebaik yang
emping yang dipipihkan tanpa bantuan. Kadang-kadang, lapisan emping juga
menempel pada ujung pemukul. Untuk menghindarinya, ujung pemukul dapat
dibungkus dengan kantong plastik.
2.
Penjemuran.
Lapisan
tipis emping melinjo dilepaskan dari landasan pemipih dengan menggunakan
serokan seng atau alumunium. Setelah itu, emping basah ini dijemur sampai
kering (kadar air kurang dari 90%) sehingga diperioleh emping melinjo kering.
3.
Penggorengan.
Emping
melinjo tipis yang telah kering digoreng terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
Penggorengan dilakukan didalam minyak goreng panas (170oC)
4.
Pengemasan.
Emping
tipis yang belum atau telah digoreng dikemas di dalam wadah yang tertutup
rapat. Agar produk juga terhindar dari kerusakan mekanis, pecah, retak, atau
hancur, dianjurkan menggunakan wadah dari kotak kaleng atau karton.
b. Emping Tebal
1. Pemipihan.
Biji
yang telah dilepaskan kulit kerasnya dan masih panas, secepat mungkin
dipipihkan menjadi emping melinjo. Pemipihan dilakukan seara manual tanpa
bantuan alat mekanis. Biji dipipihkan dengan memukul biji di atas landasan
pemipih 1~2 kali sehingga ketebalannya menjadi setengah dari semula.
2. Penggorengan.
Emping
tebal yang baru selesai dipipihkan segera digoreng di dalam minyak panas (suhu
1700C) sampai matang dan garing (5~10 menit).
3. Pengemasan.
Emping
tebal yan telah digoreng ini dikemas di dalam wadah tertutup rapat. Untuk itu
dapat digunakan kantong plastik polietilen.
C.
KUALITAS EMPING MELINJO DAN PEMASARANNYA.
Kebanyakan
bahan untuk membuat Emping Mlinjo yaitu biji Mlinjo yang berasal dari desa
Talok cukup bagus untuk dibuat emping. Buah melinjo yang dihasilkan petani
tidak semuanya berkualitas bagus. Untuk mendapatkan Mlinjo berkualitas cukup
sulit. Daerah penghasil Mlinjo berkualitas bagus, antara lain Desa Talok,
Kalijurang dan desa Langkap Kecamatan Bumiayu. Mlinjo dari desa Talok bagus
untuk dibuat Emping. Setiap dua kilo Mlinjo bisa menjadi sekilo Emping.
Kwalitas Empingnya pun bagus. Warnanya kuning, renyah dan tidak berasa aor
(getir), lain lagi Mlinjo dari daerah Selatan Bumiayu, seperti Winduaji dan
sekitarnya, itu kurang bagus dibuat Emping. Biasanya bagus tidaknya Mlinjo
dapat diketahui setelah disangrai, ketika digeprek tidak kalis dan kenyal
melainkan lengket di Gandik bahkan hancur. Mlinjo dari daerah selatan Bumiayu
kadar airnya terlalu tinggi. Akibatnya ketika Mlinjo ditumbuk terlalu renyah,
mudah hancur dan susah dibentuk menjadi bulatan serupa mata uang logam.
Harga
Mlinjo sosoh atau yang sudah dikuliti perkilo Rp 5000. Setiap dua kilo Mlinjo
dengan kualitas bagus dapat menghasilkan sekilo Emping Mlinjo. Ciri-ciri
melinjo bagus, mata bijihnya besar-besar dan warnanya hitam belang. Sebaliknya,
jika biji Mlinjonya kecil-kecil setiap 2 kg hanya menghasilkan Emping kurang
dari sekilo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar